Rabu, 13 Desember 2017 10:20:15 WIB


Beberapa waktu lalu, pemerintah mengeluarkan Peraturan Mentri Perdagangan Republik Indonesia, Nomor : 51/M-DAG/PER/7/2017 tentang PERUSAHAAN PERANTARA PERDAGANGAN PROPERTI. Sebagaimana biasanya jika ada aturan baru di negeri ini, selalu muncul pro dan kontra, setuju maupun tidak setuju.

                Bagi Pengurus AREBI (Asosiasi Real Estat Broker Indonesia, adanya aturan baru tersebut merupakan langkah yang strategis dalam mengatur industri broker properti. Sehingga dengan keluarnya peraturan tersebut, jalan terbaik bagi para broker adalah mencoba mengikuti apa yang menjadi ketentuan dari peraturan tersebut.

                “Ini adalah bentuk perhatian Pemerintah terhadap profesi broker di Indonesia, kata” kata Hartono Sarwono Ketua Umum DPP AREBI (Asosiasi Real Estat Broker Indonesia). Menyikapi hal ini, Hartono menghimbau agar siapapun yang menjalani profesi sebagai broker properti, diharapkan untuk bisa memahami dan mengikuti apa yang diinginkan dari terbitnya peraturan tersebut.

                Dengan adanya aturan tersebut, sebagian kalangan beranggapan akan menjadi penghalang tumbuhnya industri broker properti karena merasa akan membatasi sepak terjang para broker properti. Padahal, peraturan ini malah akan menguatkan keberadaan dan legalitas profesi broker di Indonesia.

                Oleh karena itu, munculnya aturan ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja broker properti untuk lebih berkembang dalam menghadapi pertumbuhan industry properti. Diprediksi, tahun depan industry property akan kembali bergairah dan broker properti juga mendapatkan dampak yang positif dari hal tersebut.