Sabtu, 13 Mei 2017 18:22:23 WIB


Properti dikenal sebagai salah satu instrumen investasi. Jika dibandingkan dengan jenis instrumen lainnya seperti deposito dan emas, properti dianggap lebih minim risiko dan kemungkinan menghasilkan keuntungan lebih tinggi. maka tak heran jika saat ini properti masih menjadi pilihan utama. 

Namun investasi properti bukanlah hal yang mudah, seorang investor harus benar-benar mengetahui lokasi yang strategis dan berpotensi mendatangkan keuntungan. Salah menentukan lokasi bisa jadi nanti properti Anda justru tidak akan laku untuk disewa atau dijual kembali.

Berbicara mengenai lokasi, dalam industri properti ada sebuah istilah yang dikenal dengan sunrise properti yakni kawasan yang diperkirakan akan bersinar atau berkembang dalam waktu lima tahun ke depan.

Lantas bagaimana di 2017, area mana saja yang akan menjadi sunrise properti?

Direktur Eksekutif Indonesia Properti Watch (IPW) Ali Tranghanda menjelaskan, di 2017 ini kawasan yang akan menjadi sunrise properti berada di koridor yang dilalui oleh Transit oriented Development (TOD).

"Contohnya Bekasi, Bogor, Cibubur, Cawang, Cimanggis, Sentul, Lebak Bulus," jelas dia seperti dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu (13/5/2017).

TOD sendiri merupakan konsep pembangunan transportasi yang bersinergi dengan tata ruang guna mengakomodasi pertumbuhan masyasrakant. Moda transportasi tersebut bisa berupa busway, Mass Rapid Transit (MRT) dan Light Rail Transit (LRT).

Berdasarkan data dari laporan tahunan industri properti Lamudi mempredikisikan, potensi kenaikan harga properti di kawasan TOD nantinya akan meningkat sebesar 15 persen tahun 2017. Apa lagi jika proses pembangunan akan berlangsung cepat dan tepat waktu, maka angka peningkatan harga properti akan lebih dari 15 persen.

Sementara menurut Mart Polman, Managing Director Lamudi Indonesia, infrastruktur menjadi tulang punggung perkembangan industri properti. Oleh karena itu dirinya berharap nantinya pemerintah akan semakin banyak membangun infrastruktur ataupun alat transportasi massal yang guna mendorong perkembangan industri properti tanah air.

“Pengembangan transportasi massal yang baik akan sangat berguna bagi masyarakat untuk melakukan aktifitas, sehingga sangat logis harga properti di sekitar transportasi nantinya akan meningkat tajam,” ujar Polman.

Sumber: Liputan6